PEMIKIR YANG INTENS

Di Tasca Restaurant Den Haag tahun 2009, seorang penyanyi Indonesia terkenal – Andro -- tertawa mendengar seseorang berbicara prihatin tentang kondisi politik jauh di tanah air.

“Come on, bro... kita sedang di Den Haag. Kita bicara hal lain yang indah- indah saja...” ujar Andro tertawa.

Seseorang itu bernama Joko Santoso Handipaningrat. Bagi Andro yang artis, mungkin agak weird bicara sosial politik dari jarak belasan ribu kilometer... apalagi di sebuah resto di mana kelezatan seafoodnya mendunia. Tapi bagi seorang Joko Santoso HP, tidak. Saya lumayan mengenalnya.

Saya berada dalam periode DPRRI yang sama dengan Mas Joko. Sosok yang sangat kreatif, sekaligus pemikir yang intens. Kami berbeda partai, dan tentu beberapa kali harus berseberangan pendapat. Namun itu tak harus membuat kami berkelahi. Politik tak harus membuat kita semua tercerai berai. Di antara perbedaan, kami bahkan mencari kesamaan-kesamaan yang bisa dielaborasi menjadi sesuatu yang produktif dan maslahat. Dan bagi kami kala itu adalah: pariwisata nasional.

Kami bergabung dalam satu tim yang memperoleh kepercayaan memberikan training Strategi Branding dan Marketing Pariwisata ke KBRI di sejumlah negara Eropa dan Asia. Djauhari Oratmangun, Yuri Octavian Thamrin dan sejumlah dubes kala itu, niscaya masih ingat akan tim yang hebat itu.

Saya percaya... dari hati dan tangan yang saya kenal humanis dan bersahabat ini, akan lahir karya-karya yang mencerahkan. Sukses ya Mas...

Cheppy Wartono
Anggota DPR-RI 2004-2009,
Mantan Ketua DPC PDIP Jakarta Pusat

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter